Tips Mengelola Waktu dan Productive Untuk Para Startup Owner

Kalian pasti udah ngerasa bahwa salah satu tantangan buat para startup owner adalah mengelola waktu.

Mengelola waktu aja susah, apalagi stay productive. Bener nggak?

Menang Atas Rasa Malas

Aku mulai dengan cerita dikit pengalaman aku awal-awal waktu mulai Forti Digital Studio.

Dulu awal-awal begitu resign dari company aku mulai usahaku di rumah doang. Jadi ada satu ruangan yang kosong gitu dan aku mulai kerja disana. Karena waktu itu modal juga mepet, waktu awal aku bener-bener minim banget fasilitas. Ngga ada AC dan meja kerja yang proper gitu sih.

Nah waktu awal-awal karena aku juga kerja dari rumah tantangan dalam mengelola waktu terbesar adalah rasa malas!

Buat kita bisa conquer atas rasa malas aku punya tips yang bisa aku bilang cukup ampuh dan proven sih buat aku.

Tips buat conquer rasa malas adalah do small things consistently. Jadi waktu itu aku terinspirasi dari sebuah artikel yang intinya bahwa tentara itu setiap pagi dituntut untuk merapikan ranjang mereka sendiri.

Alasannya? Ya supaya mereka merasa produktif karena sudah menyelesaikan 1 task yang di pagi hari.

Dari sana aku coba praktekan yaitu setiap pagi aku selalu ada “ritual” pagi yaitu bersih-bersih kamar, doa pagi dan baca alkitab.

Somehow hal-hal yang kecil-kecil, simpel dan mudah itu jika kita selesaikan membuat kita merasa sudah achieve sesuatu di pagi hari, itu meningkatkan mood ku juga sih buat kerja seharian itu.

Membagi Skala Prioritas Untuk Meningkatkan Produktifitas

Tantangan selanjutnya yang aku rasakan khususnya membagi waktu adalah bagaimana membagi skala prioritas.

Ini aku merasakan banget sih, jadi karena aku masih merintis awal otomatis aku merangkap banyak sekali job desc, mulai dari programmer, marketing, hingga admin.

Gimana caranya nge-keep track task yang begitu banyak dan menentukan skala prioritas?

Nah tips yang kedua kalau aku pakai tools yaitu Google Task & Google Calendar.

Aku secara pribadi Google Task digunakan untuk mencatat semua task yang harus aku kerjakan. Dulu sih buat nyatat ini aku pakai semacam buku agenda gitu, cuman tantangannya adalah gimana aku mencatat dengan event-event seperti meeting dengan klien gitu.

Dengan Google Task & Google Calendar itu bisa buat jadi satu antara task yang harus aku selesaikan dan event meetingku.

Berjalan Dalam Visi

Lanjut tantangan yang ketiga yang aku rasakan adalah selama membangun bisnis adalah banyak sekali kesempatan dan peluang yang Tuhan sudah berikan. Tapi aku belajar bahwa tidak semua kesempatan dan peluang itu untuk kita pilih dan kita terima.

Aku belajar dalam membangun startup ini bahwa penting sekali memiliki visi dalam pekerjaan kita.

Visi ini yang akan membantu kita untuk menentukan mana kesempatan yang dari Tuhan dan mana yang tidak, sehingga kita tidak membuang waktu hanya untuk mengerjakan kesempatan yang sia-sia.

Bagiku Visi sangat mempengaruhiku dalam mengelola waktu dan stay productive.

Awal-awal aku kurang menghargai apa itu visi dalam pekerjaan, alhasil banyak sekali project yang aku terima tapi project itu malah menjadi hambatan dalam pengembangan perusahaanku.

Seolah-olah dapat penjualan, tapi setelah aku renungkan kembali, secara perusahaan tidak growth.

Jadi tips selanjutnya buat mengelola waktu dan stay productive adalah milikilah visi dan berjalanlah dalam visimu. Setiap kesempatan dan peluang selalu renungkan apakah ini kesempatan yang kamu inginkan? Apakah perusahaanmu memang mau mengarah kesana?

Jika tidak jangan ragu untuk menolak, lebih baik kalian menolak sehingga dapat mengerjakan hal-hal yang memang kalian menuju ke tempat tersebut daripada kalian harus berputar-putar membuang waktu kalian untuk mengerjakan kesempatan yang sia-sia.

So, itu tadi guys sharing dan pengalamanku dalam mengelola waktu. Semoga bermanfaat buat kalian ya.

 

 

 

Welcome 2018!

Happyy new yeaarrrrrr 2018!!!!!!

Gimana acara tahun baru kalian? Aku yakin kemarin pasti jadi acara terseru sepanjang tahun 2017 kalian ya.

Menghadapi tahun yang baru di 2018 kita pasti punya target yang baru, mimpi yang baru dan pastinya semangat yang baru ya kan?

Aku mau sharing dikit tentang 2017. Tepat 1 januari 2017 kemarin aku memulai startupku dibidang web development dan digital marketing. Actually ketika njalanin 2017 ini, aku berpikir bahwa ternyata memulai bisnis sendiri nggak segampang itu yah. Banyak banget yang harus “dilawan”.

Aku merasa musuh terutama yang harus aku kalahin adalah mental dan diriku sendiri. Harus ngalahin rasa males, berpikir gimana caranya memasarkan produk, mikir gimana caranya melayani customer, gimana harus ngejar target. And the most big things adalah gimana aku harus berubah secara mental dan karakter. Hal itu yang bener-bener aku rasain selama tahun 2017.

Beberapa minggu kemarin aku mencoba untuk merenungkan apa yang udah aku lewati. Dan aku merasa banyak hal yang udah aku kerjakan dan aku capai (sekalipun sebenernya aku juga merasa banyak hal yang masih banyak harus dikerjakan).

Dan diwaktu-waktu itu aku merasa sangat bersyukur atas penyertaan Tuhan sepanjang tahun 2017.

Give thanks to the Lord, for He is good; His love endures forever;
Psalm 118:29

Facing The Greatest Year of 2018 with Optimism!

Di waktu yang sama saat aku merenungkan 2017, aku juga ngerenungin 2018. Di tahun 2018 ini aku percaya sesuatu yang besar akan terjadi di 2018.

Banyak peluang, banyak kesempatan yang akan datang di tahun 2018. Aku optimis di tahun 2018 ini bakal banyak kesempatan buat kita semua untuk run forward faster.

Di tengah perkembangan teknologi yang sangat cepat kita juga dituntut untuk bergerak dan berubah cepat melihat segala kesempatan. Ada satu quote yang cukup bagus untuk tahun 2018 yaitu bukan ikan besar yang makan ikan kecil. Tapi ikan yang cepat yang akan makan ikan yang lambat.

Buat aku pribadi resolusi tahun 2018 adalah menjadi perusahaan teknologi yang cepat dalam meluncurkan hal-hal yang baru dari segi produk ataupun services. Optimis nggak cuman dalam menghadapi peluang tapi juga tantangan. Karena menurutku setiap perusahaan ditengah perkembangan teknologi ini akan ditantang untuk bisa lebih baik melayani ataupun membuat produk.

Focus, focus and focus!

Salah satu hal yang aku juga belajar di tahun 2017 adalah fokus. Melihat mana peluang mana jebakan. Karena menurutku ada beberapa jebakan yang terlihat seperti peluang, dan ada beberapa jebakan yang terlihat menantang tapi ternyata itu adalah peluang. Complicated right? So, penting menurutku mengevaluasi setiap peluang ataupun tantangan.

Aku berusaha untuk selalu merenungkan setiap peluang apakah itu hanya tantangan untuk mencapai tujuan atau hal tersebut sebenernya adalah jebakan. Aku selalu ngerenugin dengan beberapa pertanyaan.

Pertama, apakah peluang ini memang bagus? Apakah tantangan ini sebenernya ada sisi positifnya?

Kedua apakah perusahaanku atau aku pribadi memang mau ke arah sini? Karena nggak semua peluang mengarahkan kita ke tujuan kita. Peluang menjadi jebakan ketika itu merubah fokus kita merubah arah perusahaan.

Ketiga, aku selalu diskusi sama orang-orang terdekat mengenai peluang ini dan mencoba untuk mendengarkan mereka. Second opinion menurutku adalah hal yang sangat-sangat mahal di dunia ini. Karena terkadang kita bisa aja salah melihat karena emosi kita sudah tercampur baur so we can’t see things clearly.

Dan point terakhir untuk 2018 secara pribadi aku mau fokus untuk menjadi dampak, memberikan value buat temen-temen, kolega, dunia bisnis dll melalui teknologi yang aku pelajari.

That’s all again aku ucapin Happy new year 2018 may success, greatness, optimism always be with you. #alaalastarwars hahahaha..